Minggu, 12 Februari 2017

Perilaku Konsumen-Dampaknya terhadap Strategi Pemasaran

1.       Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang disetir konsumen
Memposisikan produk
Segmentasi pasar
Produk baru
Aplikasi baru pasar
Pemasaran global
Pemasaran campuran
Konsumerisme dan perilaku konsumen

2.       Variasi Lintas-Budaya dalam Perilaku konsumen
3.       Perubahan Nilai-nilai
4.       Demografi dan Subbudaya
5.       Strata sosial
6.       Pengaruh kelompok pada Perilaku Konsumen
7.       Komunikasi Kelompok
8.       Struktur Rumahtangga dan Perilaku Konsumsi
9.       Pemrosesan informasi : Persepsi
10.        Pemrosesan informasi: Pembelajaran dan Memori
11.        Motivasi dan Kepribadian
12.        Gaya Hidup
13.        Attitude dan Mempengaruhi Attitude
14.        Pengaruh Situasional
15.        Proses Keputusan Konsumen
16.        Pencarian Informasi
17.        Seleksri dan Evaluasi Alternatif
18.        Pembelian dan Pemilihan toko

Cake ini berbentuk sekeranjang bunga, kira-kira konsumen yang berperilaku seperti apa yang menyukainya ya?


Nanti dilanjut lagi ya…………..

Pemasaran ala Konvensional

Mengapa Konvensional?
     Dasar-dasar pemasaran yang akan diuraikan di bawah ini belum tersentuh teknologi informatika, karena buku rujukannya memang buku lama namun ada beberapa hal yang masih relevan sampai saat ini, silakan disimak saja, kalo ada yang ngga cocok atau berbenturan, jangan sungkan-sungkan untuk komen dan mengkritik.

Dasar-dasar pemasaran
ØPeran Pemasaran dalam Masyarakat
ØPeran Pemasaran dalam Perusahaan
ØPondasi Ekonomi
ØMenemukan Peluang Target Pasar dengan  Segmentasi Pasar
ØMengevaluasi Peluang dalam Lingkungan yang  tak terkendali
ØMemperoleh Info untuk  keputusan Pemasaran
ØKonsumen final dan perilaku Membelinya
ØKonsumen Intermediate & Industri, serta perilaku membelinya
ØUnsur-unsur Perencanaan Produk
ØManajemen Produk dan Pengembangan Produk Baru
ØTempat: Kanal Distribusi dan Distribusi Fisik

ØRitel
ØKeagenan
ØPromosi-Pendahuluan
ØPenjualan Personal
ØPenjualan Masal
ØKebijakan dan Tujuan Penentuan Harga
ØAritmatika Pemasaran
ØPenentuan Harga di dunia Nyata
ØPerencanaan Strategi Pemasaran untuk Pasar Internasional
ØPemasaran dalam Masyarakat berorientasi Konsumen: Penilaian dan tantangan
ØPerencanaan Karir dan Pemasaran


Peran Pemasaran dalam Masyarakat
ØMengetahui apakah pemasaran itu dan mengapa kita harus mempelajarinya
ØMemahami perbedaan antara pemasaran makro dan pemasaran mikro
ØMengetahui mengapa dan bagaimana sistem pemasaran makro itu berkembang
ØMengetahui mengapa spesialis pemasaran-makelar dan fasilitator berkembang
Mengetahui fungsi-fungsi pemasaran dan siapa yang menjalankannya

Menemukan Peluang Target Pasar dengan  Segmentasi Pasar
Memahami bagaimana menemukan peluang2 pemasaran
Mengetahui tentang jenis2 peluang pemasaran
Mengetahui tentang pendefinisian pasar generik & pasar produk
Mengetahui apakah segmentasi pasar itu
Mengetahui pendekatan terhadap perencanaan strategi berorientasi pasar
Mengetahui bagaimana men-segmen pasar-produk menjadi sub-pasar
Mengetahui  dimensi-dimensi yang bermanfaat untuk segmentasi pasar
Mengetahui 7 tahap pendekatan terhadap segmentasi pasar yang bisa kita lakukan sendiri

Mengevaluasi Peluang dalam Lingkungan yang  tak terkendali
Mengetahui variabel2 yang tidak terkendali yang mana manajer pemasaran harus bekerja bersamanya
Memahami mengapa tujuan2 perusahaan adalah penting dalam mengarahkan strategi pemasaran
Melihat bagaimana sumberdaya perusahaan bisa membatasi pencariannya untuk peluang
Mengetahui efek jenis situasi kompetitif yang berbeda pada perencanaan strategi

Memahami bagaimana lingkungan teknologi dan ekonomi bisa berdampak terhadap strategi

Memperoleh Info untuk  keputusan Pemasaran
Mengetahui Sistem Informasi Pemasaran
Memahami pendekatan ilmiah terhadap riset pemasaran
Mengetahui bagaimana mendefinisikan & menyelesaikan masalah pemasaran
Mengetahui tentang mendapatkan data primer dan sekunder

Mengetahui peran pengobservasian, pengajuan pertanyaan, & menggunakan metode eksperimental dalam riset pemasaran

Manajemen Produk dan Pengembangan Produk Baru
Memahami bagaimana siklus hidup produk mempengaruhi perencanaan strategi
Mengetahui apa yang dicakup dalam merancang produk baru & apakahproduk baruitu sebenarnya
Memahami proses pengembangan produk baru
Melihat tentang mengapa kelayakan dan keamanan produk baru perlu dipertimbangkan dalam skrining produk baru
Memahami kebutuhan bagi manajer Brand dan atau produk

Sabtu, 11 Februari 2017

Analisis Portofolio Konsumen

Tujuan Pembelajaran:
1.   Mengapa analisis Analisis Portofolio Konsumen dibutuhkan untuk implementasi CRM (Customer Relationship Management)
2. Tedapat sejumlah disiplin ilmu yang berkontribusi terhadap Analisis Portofolio Konsumen: Segmentasi pasar, estimasi penjualan, pembiayaan berbasis aktivitas dan estimasi nilai waktu pakai
3.  Bagaimana proses Analisis Portofolio Konsumen membedakan konteks Busines to Costumer (B2C) dan Business to Business (B2B)
4.   Bagaimana menggunakan perangkat Analisis Portofolio Konsumen B2B
5.   Peranan tambang data dan Analisis Portofolio Konsumen B2B

Apakah portofolio itu?
Penggunaan istilah portofolio dalam Analisis Portofolio Konsumen mengindikasikan bahwa hasil proses ini merupakan klasifikasi konsumen menjadi grup yang berbeda, kemudian ditata pada suatu basis portofolio, atau kolektif, salahsatu proposisi fundamental Customer Relationship Management adalah tidak semua konsumen harus ditata dengan cara yang sama. Ini sebagian besarnya karena proposisi-proposisi yang mencerminkan pendapatan dan profil biaya yang berbeda untuk perusahaan.
Sebagian konsumen mungkin ditawari produk customized dan manajemen akun tatap wajah. Lainnya ditawari produk yang distandarisasi dan web yang berbasis swalayan.
Jika grup kedua ditawari level pelayanan yang sama, maka akan segera berakhir menjadi pengambil laba (profit taker) bagi perusahaan.
Tujuan Analisis Portofolio Konsumen untuk mengoptimalkan kinerja laba melintasi basis di dalam konsumen dengan menawarkan proposisi nilai yang dibedakan untuk membedakan segmen konsumen. NetWest Bank mengelola konsumen bisnisnya pada basis portofolio.  Portofolio ini memecah konsumen menjad 3 segmen berbasis pada ukurannya, nilai manfaat (lifetime value) dan lambing kepercayaan.
Apakah konsumen itu?

Konsumen dalam konteks B2B berbeda dari konsumen dalam konteks B2C.  Konsumen B2B merupakan suatu organisasi perusahaan (produsen atau reseller) atau lembaga. 

Kamis, 09 Februari 2017

Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban

Tujuan Pembelajaran
1. Menemukan metode-metode yang menyediakan arus informasi Top-Down  (Atas-bawah) dan       Bottom-Up (Bawah ke atas)
2. Mempelajari tentang sistem informasi yang menghasilkan laporan untuk pemakai internal
3. Memahami bagaimana kode-kode akun digunakan untuk menghasilkan laporan akunting

Pendahuluan
Bagian ini menjelaskan sistem informasi akuntansi manajerial yang digunakan untuk akuntansi pertanggungjawaban.

Arus Informasi
Sistem informasi akuntansi mempertimbangkan suatu peristiwa, mencatat/merekamnya, meringkas dan melaporkan informasi akuntansi. Jika kesemuanya dilakukan oleh komputer, maka disebut sistem berbasis komputer, jika bukan maka disebut sistem manual. Jika keduanya dilakukan, maka selanjutnya aktivitas-aktivitas tersebut akan berupa suatu arus data dan informasi.

Arus Informasi Top-Down
     Suatu sistem anggaran organisasi menyediakan suatu arus informasi top-down. Sistem informasi akuntansi menghasilkan anggaran periodik, yang menyediakan manajer dengan laporan kuantitatif tentang rencana organisasi yang mencakup periode anggaran berikutnya. Dengan menetapkan dan mengkoordinasikan tujuan yang terukur untuk segmen organisasi, anggaran akan membantu tujuan-tujuan organisasi menyeluruh.
     Sistem anggaran yang efektif dirancang untuk bekerja di dalam struktur organisasi. Sistem angaran seperti ini mempersyaratkan bahwa manajemen puncak mengembangkan kebijakan berkaitan dengan tujuan organisasi, mengkomunikasikan tujuan ini dengan uraian kebijakan dan seperangkat tujuan kinerja untuk organisasi. 


Struktur Organisasi
     Suatu struktur organisasi menyediakan wahana kerja melalui arus informasi. Bagi sistem anggaran agar berjalan dengan memadai, wahana kerja ini harus memiliki beberapa karakteristik:
1. Organisasi harus menetapkan suatu struktur yang membedakan tiap-tiap bagian dengan segmennya
2. Uraian wewenang dan otorisasi yang jelas untuk manajer di setiap segmen tersebut
3. Setiap pegawai melaporkan pekerjaan kepada atasan yang setiap lebih tinggi.
4. Manajemen puncak harus mendefinisikan dengan jelas relasi atasan-bawahan di antara pegawai.

Uraian Kebijakan

Tujuan Kinerja
     Tujuan Organisasi dan Tujuan Departemen
     Metode Tujuan Pengembangan Departemen

Arus Informasi Bottom-Up

Pusat Pertanggungjawaban

Pusat Investasi, Laba dan Biaya

Laporan Kinerja

Pengumpulan Data

Kode-Kode Tanggungjawab

Kode Akun

Kode Anggaran

Akuntansi Pertanggungjawaban dan Laporan Keuangan

Selasa, 07 Februari 2017

Belajar Membangun Brand

Beberapa pertanyaan yang diajukan :

Mengapa Brand sedemikian strategis?
Apakah brand itu?
Membedakan antara nilai, kekuatan dan asset brand
Menelusuri ekuitas brand
Bagaimana brand mencipta nilai bagi konsumen?
Bagaimana brand mencipta nilai bagi perusahaan?
Reputasi Korporat dan Brand Korporat

Implikasi Branding strategis
Mengapa branding benar-benar berarti?
Tindakan brand sebagai program genetic
Produk dan Brand
Membangun brand dan Bisnis
Apakah brand itu untuk semua perusahaan?
Membangun market leader tanpa iklan
Membangun brand: dari produk menuju nilai dan sebaliknya

Apakah brand unggulan itu produk terbaik atau nilai terbaik?





Menyusun Pemahaman tentang Customer Relationship Management (CRM).

Tujuan penulisan artikel ini untuk memahami :

1.     3 Perspektif utama tentang CRM
2.     Berbagai kesalahan umum tentang CRM
3.   Mengapa perusahaan dan konsumen dimotivasi untuk menetapkan dan memelihara relasi antara satu dan lain pihak
4.     Pentingnya kepercayaan dan komitmen di dalam suatu relasi
5.     Bagaimana kepuasan konsumen, loyalitas konsumen dan kinerja bisnis dikoneksikan.
6.     5 konstituen yang tertarik dalam  CRM 
7.     Bagaimana mendefinisikan CRM

Pendahuluan

CRM itu mengandung pengertian urusan yang berbeda untuk orang yang berbeda. Menegaskan pengertian 3 huruf singkatan C-R-M yang diperdebatkan. Kebanyakan orang menggunakan CRM dengan Customer Relationship Management, sebagian lainnya menggunakan CRM untuk Customer Relation Marketing. Kelompok lain berkeyakinan bahwa tidak semua konsumen menginginkan relasi dengan supplier, mengabaikan dunia relasi. Lebih menekankan kepada istilah Customer Management, lainnya tetap mengekspresikan  pada relasi pemasaran.  Apapun CRM disebut, CRM jelasnya merupakan suatu praktek bisnis yang memusatkan pada konsumen.


Istilah CRM hanya berlangsung bebrapa tahun dalam penggunaannya. Satu pandangan, dipegang oleh sebagian perusahaan teknologi informasi, yaitu istilah CRM digunakan untuk menjelaskan aplikasi software yang mengotomatisasi pemasaran, penjualan dan fungsi-fungsi pelayanan bisnis. Walaupun pasar untuk software CRM kini dipopulerkan berbagai pemain yang diawali pada 1993, ketika Tom Siebel menemukan Siebel System Inc. penggunaan Istilah CRM dpt ditelusuri kembali ke periode tersebut.
Karena sejarahnya yang relatif singkat, maka masih menjadi perdebatan tentang pengertian CRM. Sebagian masih kebingunan karena istilah ini digunakan dalam berbagai cara yang berbeda.
Bisnis yang product-oriented  berkeyakinan bahwa konsumen memilih produk dengan kualitas desain dan kinerja yang baik. Bisnis ini seringkali berada pada perusahaan entrepreneurial dan perusahaan yang inovatif tinggi. Banyak pelaku bisnis rintisan (Start-Up) baru yang merupakan bisnis product-oriented. Dalam perusahaan ini sudah menjadi kelaziman bahwa suara konsumen menjadi hilang saat keputusan pemasaran penting dibuat. Sedikit atau tidak ada riset yang terarah. Manajemen membuat keputusan tentang apa yang diinginkan konsumen. Hasilnya adalah produk tersebut terlalu spesifik atau terlalu rumit untuk kebutuhan pasar dan kemudian terlalu mahal untuk mayoritas konsumen.
Kita dapat memikirkan CRM dalam 3 (tiga) level: strategis, operasional dan analitis.

CRM-Strategis
CRM-Strategis difokuskan pada pengembangan budaya konsumen-sentris. Budaya ini didedikasi untuk meng-“gaet” dan memelihara konsumen dengan membuat dan mengirimkan nilai-nilai yang lebih baik daripada pesaing. Budaya yang dicerminkan dalam perilaku kepemimpinan, desain sistem perusahaan formal, mitos dan kisah-kisah yang dibuat di perusahaan.

Dalam budaya konsumen-sentris anda akan mempertimbangkan sumberdaya- sumberdaya untuk dialokasikan, dimana sumberdaya tersebut mempertinggi nilai konsumen, sistem pemberian penghargaan atau mengangkat perilaku pekerja, yaitu mempertinggi kepuasan konsumen, informasi konsumen dikumpulkan, disebarkan dan diaplikasikan lintas bisnis.

Sumber: Buku "Customer Relationship Management, Concept and Tool" karya Francise Buttle dan John Turnbull
Nanti dilanjut lagi ya .................

Senin, 06 Februari 2017

Model untuk Pemrosesan Informasi Akuntansi

Tujuan Pembelajaran:
1.  Mempelajari tujuan sistem informasi akuntansi
2.  Mengkaji tahap-tahap dalam siklus akuntansi
3.  Mengkaji bagaima sistem akuntansi menghasilkan laporan bagi pemakai eksternal

Pendahuluan
     Kajian tentang sistem informasi akuntansi yang menganganalisis bagaimana peristiwa-peristiwa yang dicatat, diringkas, dan dilaporkan, yang terjadi di perusahaan mempengaruhi organisasi.

Organisasi
Sistem akuntansi Akuntansi ada di berbagai bentuk  perusahaan, apakah firma, CV, Korporasi, lembaga nirlaba maupun rumah tangga.

Peristiwa-peristiwa yang mempengaruhi suatu organisasi
Perinstiwa-peristiwa yang mempengaruhi organisasi merupakan hasil interaksinya dengan lingkungannya, yang mencakup entitas regulasi, politik, sosial dan ekonomi. Sistem Informasi Akuntansi mencatat, meringkas, dan melaporkan peristiwa yang muncul dari entitas ini.

Sumberdaya Manusia dan Komputer
Suatu sistem sumberdaya manusia dan sistem mencatat, memproses dan melaporkan peristiwa dari lingkungan organisasi. Ketika sistem mengandung hanya sumberdaya manusia saja, inilah yang disebut sistem manual. Ketika sistem menggunakan sumberdaya manusia dan komputer, inilah yang disebut sistem berbasis komputer.

Tujuan dan Metode Akuntansi
Semua sistem informasi akuntansi mencatat/merekam, memproses dan melaporkan peristiwa menggunakan metode akuntansi untuk mencapai tujuan akuntansi. Tujuan ini menentukan ruang lingkup sistem, yang pada gilirannya menentukan sifat peristiwa dan metode akuntansi. Namun, semua sistem merekam peristiwa dalam satuan uang dan proses akuntansi konseptual yang sama

Ruang lingkup sistem dan sifat peristiwa
Proses Akuntansi bermula ketika suatu peristiwa ekonomi diakui oleh sistem informasi akuntansi, yang merekam peristiwa ekonomi sebagai suatu transaksi akuntansi. Bagi sistem informasi akuntansi keuangan, aktivitas yang memproses suatu transaksi menetapkan proses akuntansi.

Proses Akuntansi
   Menjurnal : Tahap pertama dalam siklus akuntansi yang merekam transaksi . Seseorang menganalisis peristiwa, menentukan akun yang sesuai, mengidentifikasi apakah masing-masing akun  didebet dan dikredit dengan benar, dan masuk secara kronologis dalam suatu jurnal.
   Memposting :
   Menyiapkan Neraca Saldo :
   Menyiapkan ayat-ayat penyesuaian:
   Menyiapkan laporan Akuntansi
   Menutup Buku
 
Teknologi dan Sistem Informasi Akuntansi

Mengapa mengkaji Sistem Informasi Akuntansi?




Dunia Auditor

Bagi sebagian orang, auditor itu adalah istilah asing, namun bagi yang telah familiar, maka bisa memahaminya bidang audit ini. Masih adanya persepsi yang salah dengan menyamakan audit dengan akuntansi, namun biarlah itu berjalan apa adanya, seiring waktu akan saya sampaikan hal-hal yang terkait dengan dunia audit.

1. Peran audit dalam kehidupan ekonomi
    Apakah audit itu?
    Keputusan ekonomi mempersyaratkan informasi yang terpercaya
    Kredibilitas : Kontribusi auditor independen terhadap laporan keuangan
    Perkembangan Auditing di abad 20
    Jenis Audit
 
2. Laporan Auditor
    Laporan Keuangan
    Pengungkapan Laporan Keuangan
    Standar Laporan Audit
    Ungkapan suatu Opini

3. Etika Profesi
    Perlunya etika profesi
    Etika profesi dalam Akuntan Publik